TUGAS 2 (BAB III DAN BAB IV)
1.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan kebijakan sistem dan mengapa perusahaan perlu
melakukan kebijakan sistem tersebut.
Jawab:
·
Kebijakan sistem merupakan landasan dan dukungan dari
manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem.
·
Perusahaan perlu melakukan kebijakan
sistem karena Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang
lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa : ketidakberesan sistem yang lama, ketidakberesan
dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi
sesuai dengan yang diharapkan, pertumbuhan organisasi, kebutuhan informasi yang
semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip
akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena
sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua
kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi
waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana
yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang
pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan
penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang
dilakukan oleh manajemen.
Adanya instruksi dari pimpinan atau
adanya peraturan pemerintah. Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi
karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar
organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.
2.
Jelaskan
faktor-faktor apa saja yang perlu direncanakan didalan perencanaan sistem
Jawab:
1. Merencanakan Anggaran Dana
Seberapa besar dana yang dibutuhkan dalam
melakukan pengembangan sistem.
2. Waktu
Yang Dibutuhkan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan pengembangan sistem.
3. Pemilihan
SDM
·
Internal : memberdayakan SDM dari dalam
organisasi
·
Eksternal : memilih SDM dari luar
organisasi
3.
Jelaskan
langkah-langkah di dalam perencanaan sistem
Jawab:
Proses perencanaan sistem dibagi dalam 3 proses utama
yaitu:
1.
Merencanakan proyek-proyek sistem, meliputi:
a.
Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik
perusahaan
Perencanaan sistem harus sejalan
dengan tujuan perusahaan. Ini berarti perencanaan sistem harus diarahkan untuk
dapat merencanakan sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan organisasi
secara keseluruhan sehingga tujuan perusahaan akan tercapai.
b.
Mengidentifikasi proyek-proyek sistem
Menentukan proyek-proyek sistem
informasi yang dibutuhkan dalam suatu organisasi.
Contoh : Dalam perusahaan bisnis
proyek-proyek sistem informasi dapat berupa sistem informasi untuk :
·
Pengendalian penjualan dan pemasaran
·
Pengendalian distribusi
·
Pengendalian produksi
·
Pengendalian keuangan
·
Pengendalian persediaan
c.
Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
Sasaran ini merupakan apa yang
ingin dicapai oleh masing-masing proyek sistem.
Contoh : Sistem informasi penjualan,
memiliki sasaran :
·
Memberikan pelayanan order kepada
pelanggan dengan lebih baik
·
Meningkatkan volume penjualan
·
Menyediakan laporan penjualan yang tepat
waktu kepada manajer marketing.
d.
Menetapkan kendala proyek-proyek sistem
Ada 3 faktor kendala :
·
Masalah dana
·
Masalah waktu
·
Mengenai batas peraturan yang berlaku pada
perusahaan tersebut
e.
Menentukan prioritas proyek-proyek sistem
Yaitu menentukan proyek-proyek sistem
mana yang perlu dikembangkan terlebih dahulu, tentunya proyek-proyek sistem
yang sangat diperlukan dan mendesak harus diprioritaskan.
f.
Membuat laporan perencanaan sistem
Isi dari laporan perencanaan
sistem tersebut adalah :
·
Latar belakang organisasi
·
Proyek sistem informasi yang direncanakan
·
Sasaran pengembangan sistem informasi
·
Kendala di dalam pengembangan sistem
informasi
·
Menentukan prioritas-prioritas proyek
sistem informasi
g. Meminta
persetujuan manajemen
2.
Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan
dikembangkan, meliputi:
a.
Menunjuk team analis
b.
Mengumumkan proyek pengembangan sistem
3.
Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan, meliputi:
a.
Melakukan studi kelayakan
Studi
Kelayakan : Suatu studi yang
akan digunakan untuk menentukan apakah pengembangan proyek sistem layak untuk
diteruskan atau tidak.
b.
Menilai kelayakan proyek sistem
1.
Kelayakan Teknik
:
·
Ketersediaan teknologi yang digunakan
·
Ketersediaan staff ahli di dalam
mengoperasikan teknologi yang digunakan
2.
Kelayakan
operasi :
·
Kemampuan personil dalam mengoperasikan
sistem informasi yang dibuat
·
Kemampuan dari sistem informasi untuk
menghasilkan informasi
3.
Kelayakan jadwal
:
·
Apakah sistem informasi yang dikembangkan
sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
4.
Kelayakan
ekonomi :
·
Besarnya dana yang diperlukan untuk
pengembangan sistem
·
Manfaat yang diperoleh oleh sistem
informasi dibandingkan dengan biaya perkembangannya
5.
Kelayakan hukum
:
·
Apakah sistem yang akan dikembangkan tidak
menyimpang dari hukum yang berlaku
c.
Membuat usulan proyek sistem
d.
Meminta persetujuan manajemen
4.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan studi kelayakan dan sebutkan faktor-faktor apa saja
yang perlu dilakukan dalam studi kelayakan tersebut.
Jawab:
·
Studi Kelayakan adalah suatu studi yang akan digunakan
untuk menentukan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak.
·
Faktor-faktor yang perlu dinilai dalam studi kelayakan
a.
Ekonomi Kelayakan
Ekonomi
adalah metode yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi efektivitas
sistem baru. Lebih dikenal sebagai biaya / manfaat analisis, prosedur ini
adalah untuk menentukan manfaat dan penghematan yang diharapkan dari sistem
kandidat dan membandingkan mereka dengan biaya. Jika manfaatnya lebih besar
daripada biaya, maka keputusan dibuat untuk merancang dan mengimplementasikan
sistem. Seorang pengusaha yang akurat harus mempertimbangkan biaya versus
manfaat sebelum mengambil tindakan.
Biaya studi berbasis: Sangat penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor
biaya dan manfaat, yang dapat dikategorikan sebagai berikut: Biaya pengembangan
dan Biaya operasi. Ini adalah analisis biaya yang akan dikeluarkan dalam sistem
dan manfaat diturunkan keluar dari sistem.
Waktu studi berbasis: Ini adalah analisis dari waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai pengembalian investasi. Nilai masa depan dari proyek adalah juga
merupakan faktor.
b.
Hukum Kelayakan
Menentukan apakah sistem yang diusulkan konflik dengan persyaratan hukum,
misalnya sistem pengolahan data harus sesuai dengan Kis Perlindungan Data
setempat.
c.
Operasional Kelayakan
Kelayakan operasional adalah ukuran dari seberapa baik sistem yang
diusulkan memecahkan masalah, dan mengambil keuntungan dari kesempatan yang
diidentifikasi selama definisi lingkup dan bagaimana memenuhi persyaratan
diidentifikasi dalam tahap analisis persyaratan pengembangan sistem.
d.
Jadwal Kelayakan
Sebuah proyek akan gagal jika waktu terlalu lama untuk diselesaikan sebelum
berguna. Biasanya ini berarti memperkirakan berapa lama sistem akan mengambil
untuk mengembangkan, dan jika dapat diselesaikan dalam jangka waktu tertentu
menggunakan beberapa metode seperti payback period. Jadwal kelayakan adalah
ukuran seberapa wajar jadwal proyek. Mengingat keahlian teknis kami, adalah
tenggat waktu proyek yang wajar? Beberapa proyek yang dimulai dengan tenggat
waktu tertentu. Anda perlu menentukan apakah tenggat waktu adalah wajib atau
diinginkan.
e.
Pasar dan Kelayakan Real Estate
Studi Kelayakan Pasar biasanya melibatkan pengujian lokasi geografis untuk
proyek pengembangan real estat, dan biasanya melibatkan bidang tanah real
estate. Pengembang sering melakukan studi pasar untuk menentukan lokasi terbaik
dalam yurisdiksi, dan untuk menguji lahan alternatif untuk paket yang
diberikan. Yurisdiksi sering membutuhkan pengembang untuk menyelesaikan studi
kelayakan sebelum mereka akan menyetujui permohonan izin untuk ritel,
komersial, industri, manufaktur, kantor perumahan, atau dicampur-menggunakan
proyek. Kelayakan Pasar memperhitungkan pentingnya bisnis di area yang dipilih.
f.
Sumber Daya Kelayakan
Hal ini melibatkan pertanyaan seperti bagaimana banyak waktu yang tersedia
untuk membangun sistem baru, ketika itu dapat dibangun, apakah itu mengganggu
operasi bisnis normal, jenis dan jumlah sumber daya yang dibutuhkan,
dependensi.
g.
Budaya Kelayakan
Pada tahap ini, alternatif proyek yang dievaluasi dampaknya di tingkat
lokal dan umum budaya. Sebagai contoh, faktor lingkungan perlu dipertimbangkan
dan faktor-faktor ini menjadi terkenal. Selanjutnya budaya perusahaan bisa
berbenturan dengan hasil proyek.
h.
Kelayakan Keuangan
Dalam kasus proyek baru, viabilitas keuangan dapat dinilai berdasarkan
parameter berikut:
·
Perkiraan total biaya proyek
Pembiayaan proyek dalam hal struktur modal, rasio
utang ekuitas dan berbagi promotor dari total biaya
·
Ada investasi oleh promotor di bisnis lain
·
Proyeksi arus kas dan profitabilitas
i.
Produksi
Studi kelayakan output laporan studi kelayakan, laporan yang merinci
kriteria evaluasi, temuan penelitian, dan rekomendasi.
5. a. Jelaskan langkah-langkah di dalam
analisa sistem
b. Sebutkan hasil analisis yang
meliputi:
·
analisis
permasalahan pada sistem informasi akademik
·
sebutkan
kebutuhan data dan informasi bagi pihak manajemen dan user pada sistem
informasi tersebut.
Jawab:
a. Langkah-langkah dalam analisa sistem
:
1.
Identify: mengidentifikasi masalah
Ada 3 langkah yang harus dilakukan di dalam tahapan
ini, yaitu:
a.
Mengidentifikasi Penyebab Masalah
b.
Mengidentifikasi Titik Keputusan
c.
Mengidentifikasi Personil-personil Kunci
2.
Understand: memahami kerja dari sistem yang ada
Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan
data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian:
a.
Menentukan jenis penelitian
b.
Merencanakan jadwal penelitian
c.
Membuat penugasan penelitian
d.
Membuat agenda wawancara
e.
Mengumpulkan hasil penelitian
3.
Analyze: menganalisis sistem
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah
diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Kita dapat menganalisis:
a.
Kelemahan dari sistem lama tersebut
b.
Kebutuhan informasi bagi pemakai sistem dan pihak
manajemen
4.
Report: membuat laporan hasil analisis
Isinya adalah:
a.
Alasan melakukan analisis sistem
b.
Menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi
pada sistem lama
c.
Mengidentifikasi penyebab masalah
d.
Mengidentifikasi titik keputusan
e.
Menguraikan penelitian yang dilakukan
f.
Menguraikan hasil analisis
g.
Kesimpulan analisis
b.
Hasil analisis sistem berisi :
1.
Alasan melakukan analisis sistem
2.
Menguraikan permasalahan-permasalahan yang
terjadi pada sistem lama
3.
Mengidentifikasi penyebab masalah
4.
Mengidentifikasi titik keputusan
5.
Menguraikan penelitian yang dilakukan
6.
Menguraikan hasil analisis
7.
Kesimpulan analisis