a)
Definisi
Sistem berasal
dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma)
adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem
juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam
suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti
negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain
seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di
mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara
tersebut.
Kata
ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya
menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah
sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
b) Karakteristik
Karakteristik sistem adalah sistem yang mempunyai
komponen-komponen, batas sistem, lingkungan sistem, penghubung, masukan,
keluaran, pengolah dan sasaran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah
ini yang merupakan karakteristik sistem.
Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa karakteristik
sistem dapat dibagi menjadi 8 bagian, yaitu :
1.
Komponen
Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub
sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras,
perangkat lunak dan manusia.
Elemen-elemen
yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat
keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan memori,
maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
2. Boundary (Batasan Sistem)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem
dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini
memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem
menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3. Environment (lingkungan
Luar Sistem)
Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari
sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat
menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan
luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus
tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus
ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari
sistem.
4. Interface (Penghubung
Sistem)
Penghubung merupakan media perantara antar sub sistem.
Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu
subsistem ke subsistem lainnya. Output dari satu sub sistem
akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung.
Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan sub sistem yang
lainnya membentuk satu kesatuan.
5. Input (Masukan)
Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal
input. Maintenance input adalah energi yang
dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah
energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
6. Output (Keluaran)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan
masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
7. Proses
(Pengolahan Sistem)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau
sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan
menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku
dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
8. Objective and Goal (Sasaran
dan Tujuan Sistem)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau
suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada
gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan
sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan
berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
c) Klasifikasi
Sistem
Klasifikasi sistem informasi
adalah suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen lainnya,
karena tujuan dari sistem tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda untuk
setiap perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap sistem tersebut. Sehingga
sistem tersebut dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sistem, diantaranya
yaitu:
1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
– Sistem
Abstrak (Abstract System) merupakan sistem yang berupa suatu konsep atau
gagasan, atau system yang berupa suatu ide-ide atau suatu pemikiran yang
bersifat non fisik yaitu tidak terlihat secara fisik. Contohnya seperti Teologi
yaitu suatu ilmu tentang ketuhanan atau suatu gagasan maupun suatu pemikiran
tentang hubungan antara manusia dengan Tuhannya.
– Sistem
Fisik (Physical System) merupakan sistem yang terlihat secara fisik
contohnya seperti sistem akuntansi, sistem transportasi, sistem komputer,
sistem produksi, dan lain-.lainnya
2. Sistem Deterministik dan Sistem
Probabilistik
– Sistem
Deterministik (Deterministic System) merupakan suatu sistem yang
bergerak atau beroperasi dengan cara yang dapat diperkirakan secara tepat, dan
dapat mengetahui interaksi yang terjadi pada setiap bagian-bagiannya. Contohnya
yaitu sistem komputer.
– Sistem Probabilistik (Probabilistic
System) merupakan suatu sistem yang tidak dapat memperkirakan hasil akhirnya
atau kondisi masa depannya secara tepat karena memiliki unsur probabilitas
(kemungkinan atau tidak tentu). Contohnya seperti sistem persediaan barang,
sistem pemilihan presiden, dan lain sebagainya.
3. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup
– Sistem
terbuka (Open System) merupakan sistem yang berhubungan dan mendapatkan
pengaruh dari lingkungan luar untuk mendapatkan inputan dan melakukan proses
sehingga menghasilkan keluaran. Karena sistem ini merupakan sistem yang
mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar atau merupakan sistem yang terbuka,
maka sistem ini harus memiliki pengendalian yang baik, sehingga secara relatif
tertutup, karena sistem yang tertutup akan secara otomatis akan terbuka untuk
pengaruh yang positif saja. Contohnya sistem keorganisasian.
– Sistem
tertutup (Close System) kebalikan dari sistem terbuka, yaitu sistem yang
tidak behubungan dan tidak mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar, sehingga
sistem ini tidak melakukan pertukaran materi, energi, ataupun informasi, dan
secara otomatis akan bekerja tanpa adanya campur tangan dari lingkungan luar.
Contohnya reaksi kimia dalam sebuah tabung. Secara teoritis sistem tersebut
ada, akan tetapi pada kenyataanya sistem tersebut tidak sepenuhnya tertutup,
yang ada hanyalah relatively close system (sistem yang relatif
tertutup atau tidak sepenuhnya tertutup).
4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan
– Sistem
Alamiah (Natural System) merupakan sistem yang terjadi karena
proses-proses alam tanpa adanya campur tangan manusia, karena memang tidak ada
campur tangan manusia dan merupakan proses yang alamiah. Contohnya seperti
rotasi perputaran bumi, sistem tatasurya, dan lain sebagainya.
– Sistem
Buatan (Human Made System) merupakan sistem yang dirancang oleh manusia
atau merupakan sistem yang proses terjadinya melibatkan campur tangan manusia.
Sistem ini juga melibatkan mesin, sehingga sering kali disebut Human
Machine System. Contohnya Sistem komputer.
5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
Dilihat
dari tingkat kerumitannya sistem juga dapat dibagi menjadi sistem sederhana dan
sistem kompleks. Contoh dari sistem sederhana yaitu sistem yang ada pada
sepeda, sedangkan contoh dari sistem kompleks yaitu terjaddi pada otak manusia.
1.2.
Konsep
Dasar Informasi
a) Definisi
Data & Informasi
Data ialah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya
dan masih memerlukan suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan,
gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya
yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian
ataupun suatu konsep.
Data
ialah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan
suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf,angka,
matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai
bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Beberapa definisi tentang data dari sudut pandang yang
berbeda-beda:
1.
Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data
diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan
keterangan.
2.
Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data)
adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan
kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization’s description of things (resources)and
events (transactions) that it faces).
3.
Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita
hadapi.
4.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada
saat tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat,
benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Jenis
Data Menurut Cara Memperolehnya :
1.
Data Primer adalah secara langsung diambil dari objek /
obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh :
Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen
bioskop.
2.
Data Sekunder adalah data yang tidak secara langsung dari
objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh
orang lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non
komersial. Contoh : pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset
dari surat kabar atau majalah.
Macam-Macam
Data Berdasarkan Sumber Data :
1.
Data Internal adalah data yang menggambarkan situasi
dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Contoh : data keuangan, data
pegawai, data produksi.
2.
Data Eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta
kondisi yang ada di luar organisasi. Contoh : data jumlah penggunaan suatu
produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan
lain sebagainya.
Klasifikasi
Data Berdasarkan Jenis Datanya :
1.
Data Kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk
angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi
badan siswa kelas 3 ips 1, dan lain-lain.
2.
Data Kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk
kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap
botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan
lain-lain.
Pembagian
Jenis Data Berdasarkan Sifat Data :
1.
Data Diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli.
Contoh : adalah berat badan ibu-ibu pkk Perumahan Riung Bandung, nilai
dolar dari waktu ke waktu, dll.
2.
Data Kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu
interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya.
Contoh : penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya.
Dinas pertanian daerah pengimpor bahan baku makanan.
Jenis-jenis
Data Menurut Waktu Pengumpulannya :
1.
Data Cross Section adalah data yang menunjukkan titik waktu
tertentu. Contoh : laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT.
angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.
2.
Data Time Series / Berkala Data berkala adalah data yang
datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis.
Contoh : data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika
terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin
m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll. Fakta (bahasa Latin:
factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia,
b)
Siklus Informasi
Siklus informasi adalah gambaran
secara umum mengenai proses terhadap data sehingga menjadi informasi yang
bermanfaat bagi pengguna. Informasi yang menghasilkan informasi berikutnya.
Demikian seterusnya proses pengolahan data menjadi informasi.
Data merupakan bentuk mentah yang
belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data
ditangkap sebagai input, diproses melalui suatu model membentuk informasi.
Pemakai kemudian menerima informasi tersebut sebagai landasan untuk membuat
suatu keputusan dan melakukan tindakan operasional yang akan membuat sejumlah
data baru. Data baru tersebut selanjutnya menjadi input pada proses berikutnya,
begitu seterusnya sehingga membentuk suatu siklus informasi/Information Cycle
(Tata Sutabri, 2004: 17)
Data merupakan bentuk yang masih
mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah terlebih dahulu.
Untuk mengolah data menjadi informasi diperlukan suatu pemprosesan, dapat pula
menjadi input untuk pemprosesan lainnya, sehingga membentuk suatu siklus.
Berikut ini diberikan ilustrasi lebih jelas lagi tentang siklus informasi
tersebut.
Data yang diolah melalui model
menjadi infomrasi , kemudian informasi tersebut membuat keputusan dan melakukan
tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan lain yang akan memuat
sejumlah data. Data tersebut akan dianggap sebagai inout dan kembali di proses
lewat suatu model dan seterusnya membentuk siklus
Menurut (Jogiyanto) data yang diolah
melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima infoormasi
tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan suatu tindakan yang berarti
menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data
tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model
hingga kembali menghasilkan suatu informasi dan terus menerus akan berulang
hingga membentuk siklus informasi (information circle) atau desebut juga siklus
pengolah data. Siklus informasi dapat digambarkan sebagai berikut
c)
Mutu
Informasi (Kualitas dan Nilai)
1. Kualitas Informasi
Kualitas informasi sangat
dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu akurasi (accuracy),
relevansi (relevancy), dan tepat waktu (timeliness). (Agus Mulyanto, 2009 :
247).
a). Akurasi (accuracy)
Sebuah informasi harus akurat karena
dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi
gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi
dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas
dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
Ketidakakuratan sebuah informasi
dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau
kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut.
Beberapa hal yang dapat berpengaruh
terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:
1) Informasi yang akurat harus memiliki
kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya
akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara
keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol
atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
2) Informasi yang dihasilkan oleh
proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan
yang ada dalam proses tersebut.
3) Informasi harus aman dari segala
gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan
tujuan utama.
b). Tepat Waktu (timeliness)
Informasi yang dihasilkan dari suatu
proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang
terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan
landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan
berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan
tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk
mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan
teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi
mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.
c). Relevansi (relevancy)
Informasi dikatakan berkualitas jika
relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus
bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu
dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur
laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih
relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.
2. Nilai Informasi
Parameter untuk mengukur nilai
sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu
manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang
biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi
pula.
Menurut Sutarman (2012:14), Nilai
dari informasi ditentukan oleh lima hal yaitu :
1. Untuk memperoleh pemahaman dan
manfaat.
2. Untuk mendapatkan pengalaman.
3.Pembelajaran yang terakumulasi
sehingga dapat diaplikasikan dalam pemecahan masalah atau proses bisnis
tertentu.
4. Untuk mengekstrak inplikasi
kritis dan merfleksikan pengalaman masa lampau yang menyedikan pengetahuan yang
terorganisasi dengan nilai yang tinggi. Nilai ini bisa menghindari seorang
menajer darimembuat kesalahan yang sama yang dilakukan oleh manajer lain
sebelumnya.
5. Suatu informasi dikatakan
bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya
dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Menurut Gordon B. Davis nilai informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal, tanpa informasi yang sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas.
Nilai suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut :
1) Kemudahan
dalam memperoleh
Informasi memiliki nilai yang lebih
sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan
sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.
2) Sifat
luas dan kelengkapannya
Informasi mempunyai nilai yang lebih
sempurna apabila mempunyai lingkup/cakupan yang luas dan lengkap. Informasi
sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan
secara baik.
3) Ketelitian
(accuracy)
Informasi mempunyai nilai yang lebih
sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/akurat. Informasi menjadi
tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan
pengambilan keputusan.
4) Kecocokan
dengan pengguna (relevance)
Informasi mempunyai nilai yang lebih
sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan
penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya,
karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.
5) Ketepatan
waktu
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada
saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika
terlambat diterima/usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan
keputusan.
6) Kejelasan
(clarity)
Informasi yang jelas akan
meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh
bentuk dan format informasi.
7) Fleksibilitas/
keluwesannya
Nilai informasi semakin sempurna
apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh
para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusan.
8) Dapat
dibuktikan
Nilai informasi semakin sempurna
apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi
bergantung pada validitas data sumber yang diolah.
9) Tidak
ada prasangka
Nilai informasi semakin sempurna
apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya
kesalahan informasi.
10) Dapat diukur
Informasi untuk pengambilan
keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.
1.3.
Konsep
Dasar Sistem Informasi
a)
Definisi Sistem
Informasi
Dalam bahasan konsep dasar
sistem informasi ini akan diuraikan pengertian sistem
informasi, oleh para ahli. Dalam berbagai pengertian sistem
informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup
sejumlah hal yaitu: tantangangan manajemen, teknologi informasi, konsp-konsep
dasar, proses pengembangan dan aplikasi bisnis.
Konseptual Kerangka Kerja Sistem
Informasi
Sumber
|
Definsi
|
Alter
(1992)
|
Sistem
informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi
informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
|
Bodnar
danllopwood(1993)
|
Sistem
informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang
untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
|
Gelinas,
Oram, danWiggins (1990)
|
Sistem
informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas
sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk
menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi
keluaran kepada para pemakai.
|
Hall
(2001)
|
Sistem
informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikelompokkan,
diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai.
|
Turban,
McLean, danWetherbe (1999)
|
Sebuah
sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan,
menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
|
Wilkinson
(1992)
|
Sistem
informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia,
komputer) untuk mengubah masukan(input)menjadi keluaran (informasi),
guna mencapaisasaran-sasaran perusahaan.
|
Istilah sistem informasi juga sering
dikacaukan dengan Sistem informasi menajemen (SIM). Kedua hal
ini sebenarnya tidak sama. Sistem Informasi manajemen merupakan salah satu
jenis sistem informasi, yang secara khusus ditujukkan untuk menghasilkan
informasi bagi pihak manajemen dan untuk pengambil keputusan. Informasi lebih
lanjut tentang Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen dapat anda baca
pada materi.
Konsep Dasar Sistem Informasi:
Aktifitas dasar
Dalam konsep dasar sistem informasi,
aktifitas dasar sistem informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p46-47)
adalah sebagai berikut :
·
Input, Melibatkan
pengumpulan data mentah dari dalam organisasi atau dari
lingkungan eksternal untuk pengolahan dalam suatu sistem informasi.
·
Process, Melibatkan
proses mengkonversi input mentah ke bentuk yang lebih bermakna.
·
Output, Mentransfer
proses informasi kepada orang yang akan menggunakannya atau kepada
aktivitas yang akan digunakan.
·
Feedback, Output yang
di kembalikan ke anggota organisasi yang sesuai untuk kemudian membantu
mengevaluasi atau mengkoreksi tahap Input.
John Burch dan Gary Grudnitski
mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang
disebut dengan istilah building block yaitu blok masukan, blok
model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali.
Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut membentuk suatu kesatuan untuk
mencapai sasaran. Jogiyanto 2008 : 12)
Konsep Dasar Sistem Informasi:
Blok-blok yang saling berinteraksi
·
Blok Masukan, Input mewakili
data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan,
yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
·
Blok Model, Blok
model ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang
akan memanipulasi data input dan data yang
tersimpan didasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan
keluaran yang diinginkan. Jogiyanto 2008 : 13)
·
Blok Keluaran, Produk
dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang
berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen
serta semua pemakai sistem.
·
Blok Teknologi, Teknologi
merupakan “kotak alat” (toolbox) dari pekerjaan sistem informasi,
teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan
mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliaan dari sistem keseluruhan.
Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware
atau brainware), perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware).
·
Blok Basis Data, Basis
data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer
dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan
di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.
Data didalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik
juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses
atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat yang disebut dengan DBMS (Data
Base Management Sistem).
·
Blok Kendali, Supaya
sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu
diterapkan pengendalian-pengendalian di dalamnya. Beberapa pengendalian
perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat
merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan
dapat langsung cepat diatasi. Jogiyanto (2008 : 13)
Banyak aktivitas manusia yang
berhubungan dengan sistem informasi. Tak hanya di negara-negara maju, di
Indonesia pun sistem informasi telah banyak diterapkan di mana-mana, seperti
di kantor, di pasar swalayan, di bandara, dan bahkan di rumah ketika pemakai
bercengkerama dengan dunia Internet. Entah disadari atau tidak, sistem
informasi telah banyak membantu manusia. Sebagai gambaran untuk
memperjelas tentang konsep dasar sistem informasi, berikut ini diberikan
contoh-contoh penerapan sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari.
1.
Sistem reservasi pesawat terbang:
digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
2.
Sistem untuk menangani penjualan
kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para
pelanggan.
3.
Sistem biometrik yang dapat mencegah
orang yang tak berwewenang memasuki fasilitas-fasilitas rahasia atau mengakses
informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik iari atau retina
mata
4.
Sistem POS (point-of-sale) yang
diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk
mempercepat pemasukan data
5.
Sistem telemetri atau pemantauan
jarak jauh yang menggunakan teknologi radio, misalnya untuk mendapatkan suhu
lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta
api.
6.
Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart
card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat
penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena di dalam kartu tersebut
terekam data-data mengenai pasien
7.
Sistem yang dipasang pada
tempat-tempat publik yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti
hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain
8.
Sistem layanan akademis berbasis Web
yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data-data akademis atau bahkan dapat
mendaftarkan mata kuliah-mata kuliah yang diambil pada semester baru
9.
Sistem pertukaran data elektronis (Electronic
Data Interchange atau EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar
perusahaan secara elektronis dan data yang terkandung dalam dokumen dapat
diproses secara langsung oleh komputer
10. E-government atau sistem
informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet.
Hal lain yang perlu dipahami dalam
konsep dasar sistem informasi adalah kemampuan utamanya. Berikut ini merupakan
kemampuan utama sistem informasi:
·
Melaksanakan komputasi numerik,
bervolume besar, dan dengan kecepatan tinggi.
·
Menyediakan komunikasi dalam
organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat, dan cepat.
·
Menyimpan informasi dalam jumlah
yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
·
Memungkinkan pengaksesan informasi
yang sangat banyak di seluruh dunia dengan cepat dan murah.
·
Meningkatkan efektivitas dan
efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada
beberapa lokasi.
·
Menyajikan informasi dengan jelas
yang menggugah pikiran manusia.
·
Mengotomasikan proses-proses bisnis
yang semiotomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
·
Mempercepat pengetikan dan
penyuntingan
·
Pembiayaan yang jauh lebih murah
daripada pengerjaan secara manual.
Kemampuan-kemampuan ini mendukung
sasaran bisnis yang mencakup:
1.
Peningkatan produktivitas.
2.
Pengurangan biaya.
3.
Peningkatan pengambilan keputusan.
Peningkatan layanan ke pelanggan. Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yang
baru.
Sistem informasi memberikan nilai
tambah terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, pengambilan keputusan,
dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif yang tentu saja sangat
berguna bagi kegiatan bisnis (Kroenke, 1992).
Peningkatan penggunaan sistem
informasi juga tidak terlepas dari perhatian manajemen dalam perusahaan
terhadap betapa pentingnya manajemen informasi. Dalam hal ini, McLeod (1998)
mengemukakan dua alasan, pertama kegiatan bisnis menjadi semakin rumit dan
kedua komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik.
b)
Peranan Sistem
Pada
dekade terakhir revolusi informasi telah mengubah cara organisasi-organisasi
melakukan bisnis. Manajemen dan akademisi memandang sistem informasi
(SI) dari peran pendukung ke peran stratejik. Penelitian dalam
bidang SI menunjukkan bahwa organisasi mempunyai peranan yang berbeda-beda
untuk SI dalam operasinya dan bahwa berbagai aspek perencanaan stratejik SI
akan sangat bergantung pada peranan SI. Penelitian ini secara
empiris mengevaluasi perbedaan karakteristik dalam perencanaan, dukungan
organisasional, dan kinerja dari perencanaan SI antara organisasi dengan
peranan yang berbeda-beda untuk SI. Operasionalisasi “peranan SI”
didasarkan pada rerangka “strategic grid”. Data
penelitian ini dikumpulkan dengan mail surveydari 82
perusahaan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa variabel
kualitas proses perencanaan dari karakteristik perencanaan, variabel integrasi
bisnis – SI, kualitas mekanisme pendukung, dan keterlibatan manajemen puncak
dari karakteristik organisasional, dan tiga variabel dari karakteristik kinerja
secara signifikan berbeda di antara organisasi yang mempunyai peranan SI yang
berbeda-beda.
c)
Komponen-Komponen
Sistem Informasi
Di dalam konsep dasar
sistem, terdapat dua kelompok pendekatan di dalam pendefinisian sistem yaitu
kelompok yang menekankan pada prosedur dan kelompok yang menekankan pada elemen
atau komponennya. Pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang
pendekatan yang kedua, kelompok yang menekankan pada elemen atau
komponennya merupakan sistem sebagai kumpulan suatu elemen yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Teori sistem mengatakan
bahwa setiap unsur pembentuk organisasi itu penting dan harus mendapatkan
perhatian yang utuh agar manajer dapat bertindak efektif. Dan yang dimaksud
dengan unsur atau komponen pembentuk organisasi bukan hanya tentang
bagian-bagian yang tampak secara fisik tetapi dalam hal-hal yang mungkin
bersifat abstrak atau konseptual seperti misi, pekerjaan, kegiatan, kelompok
informal, dan sebagainya.
Unsur-usur yang
mewakili suatu sistem secara umum adalah masukan (input), pengolahan (processing) dan keluaran (output).
Dan suatu sistem tidak terlepas dari lingkungan sekitarnya. Maka umpan balik (feed-back) selain itu juga dapat berasal dari outout, dan dari lingkungan sistem tersebut.
Organisasi dipandang sebagai suatu sistem yang juga memiliki semua unsur ini.
Semua sistem terdiri dari bagian- bagian atau komponen yang terpadu untuk suatu
tujuan.
Setiap sistem merupakan
bagian dari unsur lain yang lebih besar dan terdiri dari berbagai sistem yang
lebih kecil tersebut disebut sebagai subsistem. Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo telah
menyatakan bahwa sistem terdiri atas objek-objek atau unsur-unsur atau
komponen-komponen yang berkaitan dan berhubungan satu sama lainnya.
Suatu sistem juga
memiliki bagian-bagian dari sistem atau subsistem. Contohnya seperti: sistem
dari komputer yang terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem
perangkat lunak, yang didalamnya menjalankan tugas masing-masing, dan jika
salah satunya terpisah maka untuk mencapai tujuan tidak akan tercapai. Sebuah
sistem juga memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan
bahwa hal tersebut dapat dikatakan sebagai suatu sistem yaitu: Komponen sistem,
batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem,
keluaran sistem pengolah sistem, dan sasaran sistem.
Dan di dalam pembahasan
saya yaitu tentang salah satu karakteristik tersebut adalah komponen sistem (Components) Komponen-komponen
sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki
sifat-sifat sistem yang menjalan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses
sistem secara keseluruhan. Jika suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih
besar itu disebut dengan Supra Sistem.
Terdapat enam blok yang
saling berinteraksi satu dengan lainnya yang membentuk satu kesatuan untuk
mencapai sasaran yaitu:
1. Komponen input
Merupakan bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan yang digunakan sebagai komponen penggerak/ menangkap data/ pemberi tenaga dimana sistem itu dioperasikan atau yang akan dimasukan yang berupa dookumen-dokumen dasar. Input/ masukan dapat berasal dari luar/ dalam organisasi. Komponen penggerak tersebut terbagi 2 kelompok:
Merupakan bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan yang digunakan sebagai komponen penggerak/ menangkap data/ pemberi tenaga dimana sistem itu dioperasikan atau yang akan dimasukan yang berupa dookumen-dokumen dasar. Input/ masukan dapat berasal dari luar/ dalam organisasi. Komponen penggerak tersebut terbagi 2 kelompok:
·
Maintenance input
Energi yang dimasukan
supaya sistem dapat beoperasi. (Contoh: dalam mengambil keputusan, maka
maintenance inputnya adalah team manajemen, personil utama pengambilan
keputusan)
·
Signal input
Energi yang diproses
untuk didapatkan keluaran. Dalam sistem pengambilan keputusan tersebut, maka
signal inputnya adalah informasi yang menunjang.
2. Komponen proses
Komponen dalam sistem yang melakukan pengolahan input untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Contoh kegiatan tersebut: klasifikasi, peringkasan,pencarian data,organisasi data, dll. Contoh sistem pengambilan keputusan yang harus melibatkan semua sub sistem yang terkait co: bagian keuangan.
3. Komponen output
Komponen hasil pengoperasian dalam suatu sistem, sistem pengambilan keputusan.
4. Komponen kendala
Komponen yang berisiko aturan atau batas – batas yang berlaku. Akan membuat tujuan menjadi lebih bermanfaat. Adanya suatu kendala atau batasan yang jelas, akan mampu mengidentifikasi apa yang harus diantisipasikan dalam mencapai tujuan sistem.
5. Komponen kontrol
Komponen pengawas dan pelaksanaan proses pencapaian tujuan. Kontrol ini dapat berupa kontrol pemasukan input, pengeluaran data, pengoperasian, dll.
6. Komponen umpan balik
Komponen yang memberikan respon atau berjalannya suatu sistem. Kegiatan tersebut seperti perbaikan atau pemeliharaan sistem.
keterangan gambar diatas:
Dalam pembuatan laporan penerimaan pajak Dinas Pendapatan Daerah Kab. Bogor.
Dalam pembuatan laporan penerimaan pajak Dinas Pendapatan Daerah Kab. Bogor.
·
input.
maksud dari input: pajak yang sudah dibayar oleh wajib pajak dimasukkan ke dalam jaringan/ komputer.
maksud dari input: pajak yang sudah dibayar oleh wajib pajak dimasukkan ke dalam jaringan/ komputer.
·
Proses
Setelah itu data dari wajib pajak tersebut di proses apakah sudah benar benar/ sesuai dengan bukti pembayaran pajak yang diterima oleh Dinas Pendapatan Daerah
Setelah itu data dari wajib pajak tersebut di proses apakah sudah benar benar/ sesuai dengan bukti pembayaran pajak yang diterima oleh Dinas Pendapatan Daerah
·
Output
dalam proses outout/ keluaran akan diketahui hasil dari kenyataan/ realisasi dari penerimaan wajib pajak tersebut.
dalam proses outout/ keluaran akan diketahui hasil dari kenyataan/ realisasi dari penerimaan wajib pajak tersebut.
·
Kendala
Jika terdapat kendala/ masalah pada hasil output, maka harus di selesaikan asal/ sumber penyebab tersebut.
Jika terdapat kendala/ masalah pada hasil output, maka harus di selesaikan asal/ sumber penyebab tersebut.
·
Control
Setelah diselusuri penyebabnya, maka data tersebut dan juga jalan/ proses itu diawasi sampai data tersebut jelas/ tidak menimbulkan masalah lagi
Setelah diselusuri penyebabnya, maka data tersebut dan juga jalan/ proses itu diawasi sampai data tersebut jelas/ tidak menimbulkan masalah lagi
·
Feedback
memberikan suatu respon yang terdapat di sistem yang sedang berjalan.
memberikan suatu respon yang terdapat di sistem yang sedang berjalan.
·
Wilayah warna
abu-abu
merupakan suatu proses di dalam/ internal organisasi
merupakan suatu proses di dalam/ internal organisasi
·
Garis-garis di luar
wilayah abu-abu
Jadi,
jika output tersebut sudah sesuai dengan tujuan yang dicapai, selanjutnya
output tersebut akan melalui batas luar organisasi yaitu seperti
peraturan-peraturan yang telah ditetapkan suatu pihak (misalnya : pemerintah)
Semoga pembahasan
diatas tentang komponen- komponen dalam sistem, dapat bermanfaat untuk
anda, jika terdapat kesalahan dalam tulisan ini saya meminta maaf, dan
memohon kepada anda untuk memberikan komentar atau masukan untuk memperbaiki
tulisan saya. Dan saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda di Blog saya.
Dan semoga informasi ini bermanfaat.






